PT BESTPROFIT FUTURES BANJARMASIN – Harga emas mencapai rekor baru di awal pekan ini, mencapai $3.920 per ons pada hari Senin, 6 Oktober 2025, sebelum sedikit terkoreksi. Lonjakan ini memicu kekhawatiran investor atas penutupan pemerintah AS yang sedang berlangsung. Ketidakpastian ini memicu arus keluar dana besar-besaran ke aset safe haven seperti emas. BESTPROFIT

Penutupan pemerintah juga menyebabkan penundaan data ketenagakerjaan AS, yang dijadwalkan rilis Jumat lalu, yang semakin memperburuk kondisi ekonomi AS. Dengan data penting yang ditahan, investor menjadi waspada, dan logam mulia menjadi pilihan utama untuk lindung nilai. DEMO BESTPROFIT

Sepanjang tahun ini, emas telah naik hampir 50% – sebuah kejutan tajam yang dipicu oleh kombinasi gejolak geopolitik, ketegangan global, dan kebijakan Presiden Donald Trump, yang dianggap dapat mendorong perekonomian. Lebih lanjut, siklus pemangkasan suku bunga The Fed juga menjadi pendorong bagi emas, membuat imbal hasil aset lain menjadi kurang menarik. Pagi ini (waktu Singapura), emas diperdagangkan di kisaran $3.908 per ons, naik 0,6%. Sementara itu, indeks dolar AS justru menguat tipis sebesar 0,3%. Tak hanya emas, logam mulia lainnya seperti perak, platinum, dan paladium juga menguat, menunjukkan bahwa pasar benar-benar haus akan aset aman. NEWSMAKER

Sumber: Newsmaker.id