
Dolar AS Bertahan Dekati Level Tertinggi Selama 2 Bulan, Konflik Iran Jadi Pemicu
Indeks Dolar AS bergerak di sekitar level 100 pada perdagangan Kamis (11/06), bertahan dekat posisi tertinggi dalam dua bulan terakhir. Penguatan ini terjadi setelah militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan baru terhadap Iran, sementara Presiden Donald Trump menuding Teheran terlalu lama menunda negosiasi kesepakatan damai sementara.
Ketegangan geopolitik yang terus berlangsung membuat investor kembali mencari aset aman. Dalam kondisi Pasar yang penuh ketidakpastian, Dolar AS biasanya mendapat dukungan karena dianggap sebagai salah satu aset safe haven utama dunia. Inilah yang membuat permintaan terhadap Dolar tetap kuat meski Pasar masih mencermati arah kebijakan The Fed.
Situasi semakin rumit karena konflik di Timur Tengah ikut mengganggu arus energi dari kawasan Teluk Persia. Penutupan hampir total Selat Hormuz membuat Pasar khawatir pasokan energi global terganggu. Jika aliran Minyak dan gas terhambat, harga energi bisa kembali naik dan menambah tekanan Kebijakan Inflasi di banyak negara.
Di Amerika Serikat, inflasi konsumen pada Mei tercatat naik ke laju tercepat dalam lebih dari tiga tahun, terutama karena lonjakan biaya energi. Meski angka tersebut sesuai ekspektasi Pasar, tekanan inflasi yang masih tinggi membuat investor tetap waspada terhadap peluang kenaikan BI Rate bank sentral AS.
Saat ini, pelaku Pasar mulai menunggu data inflasi produsen atau PPI dan klaim pengangguran mingguan AS. Dua data ini akan menjadi petunjuk penting untuk membaca langkah The Fed berikutnya. Jika tekanan inflasi tetap kuat dan Pasar tenaga kerja masih solid, Dolar AS berpotensi tetap bertahan kuat dalam jangka pendek. (asd)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.