
Minyak Anjlok, Dolar Melemah di Tengah Harapan Deal Hormus
Harga Minyak mentah turun ke level terendah dalam lebih dari dua pekan, sementara Dolar AS melemah, seiring ekspektasi bahwa kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memulihkan arus pasokan energi bisa semakin dekat. Penurunan Minyak ini juga meredakan kekhawatiran inflasi yang sempat menguat ketika konflik di Timur Tengah mendorong harga energi naik.
Minyak Brent lebih turun dari 4,5% menjadi sekitar US$98,80 per barel, sedangkan WTI melemah 4,5% menjadi US$92,22 per barel. Pada saat yang sama, Dolar melemah terhadap sebagian besar mata uang G-10, Emas spot naik 1,4% menjadi US$4.570,92 per ons, dan Equity Market Asia menguat, mencerminkan perbaikan sentimen risiko karena Pasar menilai kesepakatan dapat membantu melancarkan kembali aliran energi melalui jalur vital tersebut.
Pernyataan pejabat senior AS pada Minggu menyebut AS dan Iran mendekati kesepakatan untuk membuka Selat Hormuz, meskipun negosiasi soal bahasa kunci masih berjalan dan persetujuan final dari kedua pihak bisa memakan waktu beberapa hari. Dari pihak Iran, kantor berita Tasnim diperingatkan bahwa rancangan perjanjian masih berpotensi gagal, dengan klaim AS menghambat beberapa klausul penting, termasuk tuntutan Teheran agar asetnya ditutup kembali.
Perbaikan sentimen ini terjadi setelah beberapa pekan kebuntuan pasca gencatan senjata pada bulan April. Pelaku Pasar sebelumnya mengamati dampak ekonomi dari konflik Timur Tengah ketika mendorong Minyak dan inflasi mendorong imbal hasil Obligasi ke level tertinggi beberapa tahun. Kontrak Obligasi AS menguat (perdagangan kas tutup karena libur AS), imbal hasil Obligasi Jepang sempat turun, dan futures S&P 500 naik 0,6% setelah indeks acuannya mencatat delapan pekan kenaikan berturut-turut, rentang terpanjang sejak 2023.
Ke depan, Pasar menunggu data PCE AS serta rilis inflasi di Eropa, setelah kenaikan imbal hasil yang memicu spekulasi bank sentral mungkin perlu menaikkan suku bunga. Pelaku Pasar juga menilai volatilitas Minyak masih berpotensi bertahan: meskipun tanda-tanda kapal mulai kembali melintas Hormuz muncul termasuk laporan puluhan kapal memperoleh otorisasi dan satu supertanker yang membawa Minyak Irak ke China melewati garis blokade AS proses negosiasi yang masih “cair” dan perbedaan yang belum selesai membuat arah pasokan dan harga energi tetap sensitif terhadap perkembangan headline.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam Analisis Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.